Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor  pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau,ladang dan sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan,

ladangdan sawah banyak yang terendam air.

Secara kuantitas, permasalahan air bagi  pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu (temporal) dan tempat (spatial).

Teknologi Embung atau tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan karena teknologinya sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dijangkau kemampuan petani

Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan mensejahterakan masyarakat di Kecamatan Kandanghaur Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui upaya kecamatan dan desa melakukan beberapa terobosan diantaranya pembuatan embung di Desa Wirakanan Blok Pengodengan Kec.Kandanghaur Kab.Indramayu.

Embung tersebut tersebut dibuat  di kali Pengodengan Desa Wirakanan Kec.Kandanghaur Kab.Indramayu dengan p= 1000 m l= 10 m kedalaman 4 m dengan dana yang bersumber dari APBD Kab.Indramayu T.A. 2016.

Keberadaan embung tersebut diharapkan mampu menampung air pada saat musim hujan sehingga tidak terjadi kebanjiran dan mampu mengairi areal pertanian khususnya blok pengodengan dan desa wirakanan umumnya terutama pada saat musin tanam gadu. Areal pertanian yang bisa dialiri +- 500 Ha Desa Wirakanan 400 ha Desa Bulak dan Ilir.

Dengan adanya embung tersebut diharapkan musim tanam gadu yang biasanya selalu gagal panen akibat kekeringan bisa teratasi, sehingga tingkat kesejahteraan petani meningkat.